Postingan

Menampilkan postingan dengan label Numpang Curhat

Belengguku

Gambar
Lagi-lagi gemuruh angin, kalah dengan suara fikiran. Lagi-lagi rasa bahagia, kalah dengan serpihan rasa sakit. Aku masih sosok yang sama ternyata. Fakta ini membuatku sakit sekali karena ternyata aku tak kunjung membaik, hanya aku menjadi semakin pandai menyamarkan luka. Serta malam kelabu kujalani dengan sangat sulit, teringat kenangan yang tinggal buih hingga tak ada lagi harapan. Aku masih sosok yang sama, yang pada hening malam yang merumitkan fikiran, aku jumpai diriku yang masih menangisi rasa sakit yang telah lalu. Yang pada malam yang sepi, aku rapalkan doa paling sendu agar semesta bersedia melepaskanku dari belenggu ini. Meski kadang, pada hari-hari yang menghampiriku, ada setitik harap yang bersembunyi dibalik kata pasrah. Ada bulir-bulir bahagia yang membuatku lupa sejenak pada rasa sakit yang mendera. Aku memang manusia dengan perasaan yang tak mampu disimpulkan orang lain. Aku hidup dalam maya, kefanaan, dan rasa yang tak pernah ada. Hatiku retak, hilang arah berpendar. A...

Kasih yang Berkisah

Gambar
Anggaplah tulisan dibawah ini adalah sebagai bentuk rasa syukurku karena telah menemukan seseorang pada pertengahan 2021 lalu. Yang perlu diketahui adalah, setiap rasa tentangmu ialah candu yang menimbulkan sesat pada palung paling dalam. Dan aku menikmati tersesat dalam dirimu, enggan mencari jalan pulang dan memilih menetap. Aku pernah berfikir, untuk menemukan seseorang pangeran dalam hidupku, berapa banyak lagi sayapku yang harus patah? Rasaku yang harus hancur? atau tangisku yang melebur? Entah. Tapi kuharap kamu pangerannya. Seluruh tulisan ini tentangmu, tentang aku yang menemukanmu diantara belenggu yang menyiksa. Yang kemudian membuatku jatuh dalam euforia yang tak pernah aku bayangkan. Tulisan ini kubuat saat malam hari, yang niatnya ingin aku publish di pagi harinya. Tapi nyatanya, pada bagian ini harus kutambahkan satu dua hal. Lepas bercerita tentangmu, semalam aku memimpikanmu. Nyaris tak terbangun karena menganggap itu bukan mimpi. Saking menyenangkannya. Barangkali, kam...

Merangkum 2021

Gambar
  Menulis ini, berarti aku harus membuka sedikit cerita yang terjadi selama 2021, yang sejujurnya begitu kelam tapi aku bersyukur masih ada bahagianya. Hari itu, hari kesebelas diawal tahun. Dan aku meruntuhkan segala harapku padanya. Seseorang yang kukira cukup baik untukku. Aku ingat hari itu adalah awal mula dari diriku yang berusaha keluar dari 'zona nyaman' hubungan ini. Hari itu aku sadar, bahwa tahun ini, aku tak lagi harus menunggu lama untuk sebuah pertemuan yang bahkan pada tahun sebelumnya tak pernah diwujudkan. Aku mengawali awal tahun ini, tanpa harus lagi mempersiapkan diri untuk menyambut hangat kedatangan masing-masing sebab hal itu takkan pernah tiba. Aku bukannya menyerah, hanya saja tahun sebelumnya yang tak singkat telah aku habiskan untuk menanti sebuah pertemuan yang ternyata hanya aku yang semangat menantinya. Aku akui, aku memang bodoh kala itu. Tapi bagi kebanyakan orang, hal ini rasanya wajar untuk dilakukan. Esok hari, aku tak lagi perlu menungguny...

Killing Me Slowly

Gambar
Aku dan Malam Malam itu sudah cukup larut, tapi sekelumit fikiran membuatku belum juga terlelap. Seperti menunggu sesuatu, tapi entah apa. Yang aku rasa hanya, seolah seluruh lagu sendu terdengar seperti aku. Alunan nadanya seolah mengundang agar airmata tumpah.  Aku berupaya membenturkan kenyataan bahwa harapan yang ada menjadi sedikit terkikis. Satu hal yang pasti aku rasa malam itu adalah ketakutan. Takut hal yang sama kembali terulang. Takut aku menjadi orang yang menyedihkan lagi ketika malam datang. Aku takut, sangat. Tapi aku tak kunjung menangis. Tidak, jangan lagi. Perihal jatuh cinta, barangkali aku memang bodoh. Atau barangkali juga buta serta gila ketika mulai menjatuhkan rasa pada seseorang. Seolah semuanya hanyalah kegelapan dan hanya ia sumber cahaya yang ada.  Tapi, aku tak pernah menyesal ketika memutuskan menjatuhkan rasa meski tau bahwa tak selamanya bahagia yang ada. Walaupun yang datang bisa pergi, atau yang indah akan rapuh. Tapi rasanya aku gak akan memb...

Pertemuan Pukul Empat

Gambar
Sejujurnya, aku gak pernah benar-benar kepikiran untuk menjalin hubungan kembali dengan seorang pria dalam waktu yang cukup dekat ini. Beberapa waktu terhitung sejak bulan Agustus tahun lalu sampai awal tahun ini lumayan melelahkan. Hatiku. Beberapa hal membuat kondisiku cukup tidak stabil. Melihat seseorang yang terus menerus berbohong tiap kutanya, atau pada postingan-postingan yang barangkali ia tak sadar bahwa aku mengetahui semuanya. Yang kemudian pada satu waktu, segalanya bernilai 0. Dari yang tadinya begitu ketergantungan, menjadi mampu mengabaikan, tidak saling mengabari satu sama lain meski ada pada satu ruang grup yang sama. Saat itu, bagiku adalah waktu yang tepat untuk lepas. Tak terikat lagi dengan segala hal tentangnya. Tanpa ucapan selamat tinggal, karena tau akan tetap bersua di ruang obrolan grup. Tapi tidak lagi pada pesan pribadi. Pertemuan Pukul Empat Setelahnya, hari-hari menjadi begitu buruk. Malam panjang dihabiskan dengan air mata, mengasihani diri sendiri atas...